RAKYAT INDONESIA MENGGUGAT 2013

RAKYAT INDONESIA MENGGUGAT 2013
Di didikan pada 18 nopember 2012 di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung: Keterwakilan Organisasi dan perorangan yang terdiri dari keterwakilan Petani, Nelayan, Buruh, Miskin Kota, Mahasiswa, Seniman, Budayawan, Lintas Agama, LSM/NGO dan ORMAS sebanyak kurang lebih 450 orang. Untuk tujuan:Menuju PERUBAHAN Indonesia yang lebih. Agenda utama RIM adalah: Pergantian Presiden dan Wakil Presiden secara Konstitusi UUD 1945; Nasionalisasi Aset negara; Perubahan sistem Hukum.

Rabu, 09 Januari 2013

MENEMBUS BAYANG-BAYANG KEKUASAAN


Skandal Dana Bank Indonesia (BI) yang terjadi sekitar pada tahun 2009 yang melibatkan Aulia Pohan yang kebetulan Besan Presiden SBY dari perkawinan pasangan suami Istri antara Annisa Pohan dengan Putra sulung SBY tentu mengingatkan kita begitu sulitnya posisi SBY secara pribadi mengganggu pesan moralnya dikala itu apalagi kasus yang menghebohkan itu adalah kasus korupsi yang ditangani oleh KPK dan disinyalir sarat dengan intervensi kekuasaan dengan sejumlah kemudahan yang didapat oleh Aulia Pohan dan yang juga terindikasi berujung kriminalisasi politik kasus Antasari.
Kini dimasalah yang berbeda tak ada kaitanya dengan korupsi; selasa 1 januari 2013 Muhammad Rasyid Amirullah Rajasa Putra sulung Hatta Rajasa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dikatakan dalam keadaan ngantuk dengan mengendarai BMW B 272 HR melaju di Tol Jagorawi menabrak Daihatsu Luxio F 1622 CY dari belakang dan seketika menewaskan dua orang korban berikut 3 orang lainnya luka-luka.
Berselang beberapa jam kemudian Hatta rajasa langsung memberikan keterangan Pers dihadapan media massa terkait masalah tersebut mengakui bahwa kendaraan yang menyebabkan 2 orang tewas tersebut dikendarai putra sulungnya dan menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa naas tersebut kepada keluarga korban serta akan menanggung biaya pengurusanya. Padahal baru beberapa selang di akhir tahun 2012 keluarganya hatta Rajasa sedang merayakan kegembiraanya atas kelahiran cucunya anak dari putrinya yang kebetulan adalah Besanya Presiden SBY.
Dua Peristiwa hukum dan masalah kasus di atas sama sekali tak ada kaitanya satu dengan yang lainnya,api yang hendak kita telaah adalah persoalan kejiwaan dan kebatinan seorang Ayah dalam menghadapi masalah yang terkait dengan orang terdekatnya yang sangat mereka cintai, dan mampukah mereka menghadapinya tanpa mempengaruhi posisi jabatan dan kekuasaan yang kebetulan sebagai orang terpenting direpublik ini.
Sepengetahuan kita semua banyak orang tua terpaksa melakukan apapun untuk kepentingan anak-anak mereka yang mereka sayangi, dalam kasus ini bisakah hukum ditegakan dengan murni dan konsisten dan independen serta mandiri tanpa tekanan dan pengaruh lainnya termasuk intervensi. Dikasus seperti ini bisakah penegak hukum menerapkan azas hukum bahwa setiap orang sama kedudukannya dimata hukum.
Kasus ini tentu akan membuat Kepolisian sebagai penyidik bekerja keras untuk mengungkap latar belakang kecelakaan lalu lintas tersebut dan biasanya dibanyak kasus serupa proses penyelidikan dan penyidikan termasuk pemeriksaan kondisi kejiwaan dan kesehatan pelaku tanpa terkecuali pemeriksaan tes urin dan seterusnya. Disisi lain tentu keluarga korban dan masarakat umum sangat berharap semoga saja keadilan dapat ditegakan sesuai dengan hukum yang berlaku di republik ini.
Yang pasti kita semua menyesalkan dan prihatin atas musibah tersebut semoga pihak korban diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Yang Maha Kuasa, Amin..!
@Effendi Saman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar